Memuat..

News

22-Nov-2020 DINAS PERDAKUM PONOROGO GELAR PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIR
Dinas Perdagkum
DINAS PERDAKUM PONOROGO GELAR PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIR

Mlarak, SINYALPONOROGO - Dalam rangka mencetak para wirausaha baru di Ponorogo, Dinas Perdagangan koperasi dan usaha mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan sabun cuci tangan cair. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 13 dan 14 Oktober 2020 di rumah kepala desa Bajang kecamatan Mlarak Ponorogo, Sri Nuryati.    Ervinna Nurdianti, ST, MM Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdakum selaku ketua pelaksana kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan sabun tangan cair mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan sebelumnya.    Dimana, dari kegiatan pelatihan pertama di tahun 2018 lalu masih di wilayah Bajang Mlarak Ponorogo yaitu soal sabun cuci untuk laundry mendapat tanggapan yang luar biasa dan itu bisa dilihat dari bermunculannya pengusaha laundry di wilayah bajang.   Dijelaskan Ervinna, ketua pelaksana kegiatan pelatihan bahwa acara ini diikuti 25 peserta dari desa bajang mlarak namun ada dua peserta lain berasal dari luar Bajang yang juga memiliki usaha yang sama dengan apa yang akan diberikan pelatihan.    Sementara itu Sri Nuryati, kepala desa Bajang kecamatan Mlarak ponorogo mengapreasiasi kegiatan yang digelar oleh Dinas perdakum Ponorogo dan semoga kegiatan ini akan memberi manfaat yang baik terhadap warga desa bajang dan harapannya kedepan akan makin banyak bermunculan Wira usaha baru di wilayah bajang mlarak ponorogo.   Hal semada diungkapkan Addin Andhanawarih, S.Sos, MM Kepala Dinas Perdakum Kabupaten Ponorogo ketika membuka acara pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan sabun cuci tangan cair mengaku siap memfasilitasi kepada para calon pengusaha baru atau UKMK di Kabupaten Ponorogo.    Hal itu dikatakan Addin agar supaya yang mengikuti pelatihan kegiatan terus bersemangat dan bisa menjadi pelaku usaha yang tangguh dan pihaknya siap untuk memfasilitasinya. "Kita dari dinas siap memfasilitasi mulai perizinan/legalitas perusahaan hingga membantu pemasaran. Bahkan sertifikat halal juga akan kita bantu. Intinya, harus semangat menjadi wirausaha baru di Ponorogo dan segera daftar." Tegas Addin Andhanawarih, Kepala Dinas Perdakum Ponorogo. Sementara itu, Arif Hartono narasumber dari Unmuh Ponorogo yang ditunjuk Perdakum untuk memberikan pelatihan bagaimana menjual produk yang dihasilkan atau teknik marketing kepada para peserta termasuk memberikan tips-tips bagaimana sukses berjualan yang baik.  Secara panjang lebar, Arif menjelaskan bagaimana menjual dagangan sesuai keinginan konsumen. Diantaranya adalah dengan memperkenalkan dagangan kepada pihak lain. Dan itu bisa dilakukan dalam berbagai media baik lewat komunitas, Facebook dan pertemuan lewat arisan RT atau dimana saja. "Intinya, berjualan itu tidak mengenal tempat dan waktu. Bisa lewat mana saja."pungkasnya.(Nanang)

Baca lebih banyak ..
22-Nov-2020 Ribuan Pelaku UMKM Produktif Ponorogo Diusulkan Dapat Bantuan
Dinas Perdagkum
Ribuan Pelaku UMKM Produktif Ponorogo Diusulkan Dapat Bantuan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (02/09/2020). Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) telah mengusulkan 1.688 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang masih produktif pada pandemi covid-19. “Usulan kami sudah sesuai dengan syarat yang sudah diatur didalam peraturan menteri,” Ungkap Addin Andhanawarih, Kepala Dinas Perdagkum, dalam keterangannya, Selasa (01/09/2020).   Addin juga menjelaskan bantuan tersebut akan disalurkan secara tunai di rekening penerima sebesar 2,4 Juta Rupiah melalui bank Pemerintah yang sudah melalui tahap verifikasi yang sudah melalui verifikasi data dari Kementrian. “Kami hanya mengusulkan saja, yang berhak umkm itu dapat atau tidaknya semuanya dari Kementrian mas melalui tahap verifikasi dari pusat, Kami tidak menjanjikan semua itu akan dapat semua keputusan ada di Kementrian. Tapi kami berharap semuanya dapat,” tegasnya. Addin juga berharap dengan adanya bantuan ini nantinya perekonomian bisa bangkit kembali, dan para pelaku yang mendapatkan bantuan ini bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usahanya.  Sebagai informasi, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Presiden Republik Indonesia. Dimana program ini tertuang didalam Peraturan menteri koperasi, usaha kecil dan menengah republik indonesia, nomor 6 tahun 2020. Tentang pedoman umum penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional serta penyelamatan ekonomi nasional pada masa pandemi covid-19. Dan diatur didalam Petunjuk pelaksanaan Bantuan bagi pelaku usaha mikro (bpum) nomor 98 tahun 2020 Peraturan menteri koperasi, usaha kecil dan menengah Republik Indonesia.

Baca lebih banyak ..
22-Nov-2020 UMKM, Pedagang Sayur Pudak dan Kuliner Bakal Dijatah Lapak di Pa
Dinas Perdagkum
UMKM, Pedagang Sayur Pudak dan Kuliner Bakal Dijatah Lapak di Pa

PARA pengusaha kecil dan mikro di Ponorogo serta pedagang sayur dari Kecamatan Pudak, Ponorogo, mendapat perhatian dari Pemkab Ponorogo. Rencananya akan ada alokasi lapak dan kios untuk mereka saat gedung baru Pasar Legi jadi dan diserahkan dari kontraktor kepada Pemkab Ponorogo. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo Addin Andanawarih, Selasa (20/10/2020) mengatakan, pemberian jatah untuk kedua kelompok pengusaha ini adalah untuk mendorong bangkitnya ekonomi para pengusaha tersebut. Namun, Addin belum menyebutkan rincian jumlah pengusaha dan mekanisme untuk masuk ke Pasar Legi tersebut. Kondisi proyek gedung baru Pasar Legi Selasa (20/10/2020). “Jadi, menurut petunjuk bapak Plt Bupati (Soedjarno), selain para pedagang Pasar Legi yang di pasar relokasi, pedagang eks-Pasar Pengadilan, pedagang eks-Pasar Lanang dan pedagang eks-Pasar Stasiun, gedung baru itu akan juga dialokasikan untuk pengusaha kelas UMKM, pedagang sayur dari Pudak dan pengusaha kuliner di depan pasar yang terdampak pembangunan. Kuliner ini akan ditempatkan di lantai 4,” kata Addin. Jumlah lapak dan kios di gedung baru tersebut adalah 2.800-an buah. Sedangkan kapasitas totalnya bisa mencapai sekitar 4 ribu pedagang. Ini termasuk pedagang obrok yang berdagang secara bergantian dengan pedagang obrok lainnya. Kondisi proyek gedung baru Pasar Legi Selasa (20/10/2020). Pasar Legi sendiri akan dibagi dalam beberapa zona. Lantai 1 adalah zona dagangan basah seperti sayur daging ayang daging sapi dan buah. Lantai 2 akan berisi pedagang mracang atau sembako. Lantai 3 dialokasikan untuk pedagang arloji, tukang jahit dan sejenisnya. Sedangkan lantai 4 akan diisi oleh pedagang pakaian. “Nanti ada masjid di lantai paling atas. Itu nanti untuk UKMM atau mereka yang berminat dengan barang dagangan tertentu. Sebab nantinya di sana akan dibuat suasana seperti Mekkah atau Madinah begitu. Jualan pernik-pernik seperti tasbih, mukena, baju koko dan sejenisnya,” terang Addin. Saat ini sudah ada sekitar 3.600 pedagang yang didata untuk masuk ke gedung baru Pasar Legi. Diperkirakan, pada Maret atau April 2021 pasar sudah siap beroperasi. Ini setelah gedung benar-benar selesai dan diserahkan dari Adhi Persada Gedung (APG) sebagai kontraktor kepada Pemkab Ponorogo.

Baca lebih banyak ..